Tuesday, November 11, 2014

Hujan Yang Sedang Merindu




Hujan... Kenapa setiap engkau datang selalu ada kesdihan yang mengikuti, membawa diri ini kemasa dimana aku tidak ingin mengingatnya kembali. Sebenarnya, aku ingin mencoba untuk menghapus semua ingatan itu, tapi semakin aku ingin menghapus semua itu semakin kuat pula ingatan itu menempel dalam benakku.

Hujan... Walaupun kau terkadang membawa benih - benih kebahagian di setiap tetes airmu, namun semua itu seakan menjadi ilusi yang menyedihkan, karena secepat aku mengenangnya secepat itu pula kebahagiaan itu menghilang.




Hujan... Entah apa yang harus aku lakukan ketika engkau datang, dikala diri ini sedang sendirian. Mencoba untuk mengelak dari semua hal yang ingin kau tunjukkan padaku, seakan hati ini tak rela dan tak kuasa menahan semua itu. 

Air matapun seakan menjadi teman dalam sendiriku, dan hawa dingin yang selalu menyiksa kalbuku. Sampai kapan aku akan seperti itu saat kau datang menghampiriku. Entah... entah kapan itu dan apa yang harus aku lakukan ketika kau datang, tak bisa aku dan tak mampu aku berfikir sejernih air hujanmu yang selalu menerjang dalam setiap hidupku.

Hujan... dan Hujan... Mungkin ini takdir ku yang tak pernah bisa melupakan masa lalu. Mungkin ini teguran buat ku, yang hanya bisa mengingat masa lalu yang kelam nan mehyedihkan itu. Aku harap semua itu menjadikanku lebih kuat lagi untuk menghadapi dunia ini yang semakin aku tak mngerti.

Hujan... Tetaplah mengajari aku akan pentingnya masa lalu, agar aku tak lupa dengan apa yang telah terjadi di masa itu. Berharap tak sampai mengulang kembali masa itu dan menjadikannya hari esok lebih baik untuk aku dan orang - orang yang aku cintai lebih baik dan bahagia berada di sampingku.

Hujan...

2 comments: