Sunday, December 21, 2014

Aku yang Tak Bisa Menggapaimu, Cinta

Batu besar yang yang terlihat kuat dan kokoh, berlubang karena sebuah tetesan air yang tak pernah menyerah terus menetes hingga pada akhirnya lubang itu terbentuk.Walau lama tapi hanya dengan setetes air bisa meluluhkan batu sekeras apapun, layaknya sebuah cinta yang terlihat tidak mungkin untuk dimenangkan tapi dengan usaha dan tanpa menyerah untuk mendapatkannya, pasti akan ada disaat kau memeluknya dengan cinta.

Berbeda dengan tetesan air yang turun bersamaan di kala awan hitam selalu bersamanya, ia datang bersama tetesan yang lainnya. Selalu membawa kenangan masa lalu, entah itu kenangan bahagia maupun kenangan yang seharusnya ingin dilupakan. Hujan, iya… Ia adalah hujan.

Cinta, adalah misteri yang Kuasa. Takkan pernah mudah kita pahami dan kita sadari bahwa kita selalu membutuhkan sebuah cinta dalam hidup ini. Pada awalnya aku tak mengerti semua itu, apa itu cinta dan mengapa dia ada, serta mengapa tidak memihak pada ku saat ini yang sedang membutuhkannya.

Apa memang kisah cinta sejatiku harus menuggu untuk waktu yang lama? Aku tak tau.


***

Pagi itu, disaat pertama kali masuk perkuliahan hati ini terasa hampa seakan tak ada warna di setiap langkah ini. Semua terlihat abu – abu seperti biasa yang membuatku selalu tak peduli akan dunia ini. Walaupun dulunya aku selalu mencari warna itu tapi tak pernah bisa aku temukan, hingga salah satu dari temanku di SMA dulu berkata untuk mencoba mencari cinta.

Apa itu cinta, seperti apa dia, rasanya seperti apa? Tak pernah aku mengerti karena aku belum pernah sama sekali merasakan sebuah cinta yang sebenarnya. Pada akhirnya aku menemukan cinta itu tapi tak seperti cinta yang aku harapkan. Hati dan perasaan ini tak bisa merasakannya dengan sepenuh jiwa dan raga ini. Entah apa yang kurang, dan akhirnya berakhirlah cinta pertamaku, cinta kedua ku dan cinta berikutnya.

Akupun menyerah untuk mencari cinta itu lagi, biarkan aku menunggu seseorang yang memeang benar benar bisa aku cintai sepenuh jiwa dan raga ini, begitupun sebaliknya. Walaupun harus menunggu lama akupun tak peduli, hingga rambut ini memutihpun akan aku jalani demi cinta sejatiku.

Hingga aku mengenal seseorang bidadari cantik yang sekakn turun dari surga, Amelia. Sebenarnya sudah cukup lama aku mengenalnya dan sedikit memiliki rasa padanya. Namun aku ragu dengan rasa itu hingga akhirnya cintanya dimiliki orang lain terlebih dahulu.

Waktu itu rasa itu tak begitu menyakitkan mendengan dia telah bersama dengan orang lain, walaupun aku sudah mengenal dekat denganya. Dia teman sekelas ku sekarang di tingkat akhir semester 5. Aku pertama kali mengenalnya adalah saat ospek kampus.

Di tingkat pertama kami memang berbeda kelas, dan mungkin tidak begitu akrab hingga kita di kelas yang sama dan di organisasi yang sama pada tingkat dua semester 4 membuat kita semakin dekat dan akrab. Rasa itupun semakin besar, tapi masalahnya cintanya masih dimiliki orang lain.

Hingga beberapa bulan berlalu Amelia putus dengan kekasihnya itu, entah mngapa diri ini merasa sangat senang sekali. Berfikir bahwa aku memiliki kesempatan untuk mendapatkannya. Akupun memulai dengan lebih mendekatkan diri padanya, mulai menanyakan hal hal yang menurutku penting untuk lebih dekat dengannya.

Hari berganti dengan hari yang lain hingga aku tersadar, bahwa dia sudah dekat dengan seseorang disana. Bahkan lebih lama dari pada ku dan lebih dekat. Hanya saja mereka belum mau untuk memulai menjadi sepasang kekasih. Rasa ini, jiwa ini rasanya ingin hancur seketika ketika mendengar semua itu. Seakan akan usahaku selama ini tiada arti.

Aku yang selalu mencoba selalu ada di dekatnya dan mencoba mengisi kekosongannya tapi mengapa masih ada orang lain di sana. Hingga ku buang rasa itu dan tetap berfikir optimis untuk terus mendekatinya dan sampai bisa mendapatkan cintanya.

Akhirnya ada kesempatan untuk mengungkapkan perasaanku padanya di saat acara liburan kelas ke pantai. Ku pikir itu waktu yang terbaik dan kesempatan yang mungkin tidak datang dua kali. Kusiapkan rencana dengan beberapa temanku untuk memudahkan itu dan berharap dia bisa menerimaku.

Hari keberangkatanpun tiba, kami berkumpul dan berangkat bersama sama, aku semobil dengannya namun tidak sebangku. Saat itu entah kenapa aku tak memilih duduk di sebelahnya. Entahlah yang penting masih ada kesempatan saat kita sudah sampai di pantai.

Kita ke pantai hanya 3 hari 2 malam dan waktu kita di pantai hanya lah satu hari saja. Karena itu aku harus memanfaatkan momen ini sebaik baiknya. Rasa senang dan gelisah menjadi satu entah menjadi rasa seperti apa itu, akupun tak mengerti. Aku hanya tak memperdulikan rasa itu dan hanya menjadikannya motivasiku sediri.

“Pasti bisa dan pasti berhasil…” gumamku dalam hati. Dan akhirnya kitapun sampai, dan langsung menuju pantai dikala senja di sore hari yang indah. Namun disitulah aku gagal, aku lupa dengan rencana awalku dan membiarkannya berlalu dan memilih untuk bersenang senag bersama teman teman.

Malam pun tiba semua sudah lelah karena perjalanan yg cukup lama dan lelah karena bermain air di waktu yang cukup lama juga. Malm itupun renacanaku juga berantakan, karena situasi tidak mendukung dan akhirnya aku hanya duduk terdiam dan termenung menyesali momen yang hilang itu. Akhirnya semuapun terlelap dalam mimpi masing masing.

Pagi haripun datang bersamaan dengan momen lainnya, namun seseorang yang di tunggu tunggu tak datang. Lagi dan lagi momen itu hilang begitu saja. Detik berganti dengan menit, menit berganti menjadi jam dan pada akhirnya tidak ada waktu untuk mengungkapkan perasaan ku kepadanya. Hingga akhirnya pulang kerumah masing masing.

Dunia ini seakan tak memihak pada ku, seakan menjauhkan aku dengannya. Apa memang aku tak pantas untuknya. Sebegitu tidak adilkah dunia ini pada ku, apa salah ku? Pada akhirnya aku tidak bisa menemukan cinta sejatiku.

Cinta yang selama ini kukejar semakin menjauhiku, semakin ku berlari semakin dia meninggalkanku. Entah apa yang harus kuperbuat untuk menemukannya, aku hanya bisa pasrah dan menunggu hati yang tepat dan bisa menerimaku apa adanya.

Cinta tak semudah yang kita fikirkan, terkadan serumit benang bundel yang tak bisa lai di benarkan. Cinta datang dan pergi tanpa kita sadari hingga tekterasa bahwa kita telah lama sendiri.

***

Ternyata aku bukanlah seperti tetesan air melainkan aku seperti hujan.


[SiBocahLaliOmah-RamadhaniAzhari]



10 comments:

  1. Replies
    1. Asek Neng Ayan baca.. Maksih Makasih.... *Pasti Nyindir nih orang.. Hihihihihi...

      Delete
  2. Replies
    1. Hihihihi... gak juga sih Mia... makasih dah berkunjung.. Hihihihihi...

      Delete
  3. bool bor, keren :) . SEMANGKAA!

    ReplyDelete
  4. Begitulah cinta, penderitaannya tiada akhir.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah bgutlah emank gan.. Yasudahlah.. Hihihi.. *Prasaan ane pernah denger tuh kata kata... dari film kera sakti ya.. Hihihi..

      Maksih dah Berkunjung gan...

      Delete
  5. pernah nih kaya gini. kejar terus bro, jika yakin sejatinya dia untukmu!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aishh... Dalemm gan... Hihihi... Iya gan... Lihat aja nanti... Hihihi...

      Thanks dah mampir gan... :D

      Delete