Wednesday, February 11, 2015

Cerita Seram “Teman” (Gak Lucu...)


Aku punya cerita, mungkin ini sedikit menyerakan bagi sebagian orang (maybe), tahu gak apa itu?. Akan aku ceritakan disini.

Suatu hari aku punya teman bernama bernama si “A” (gak pengen nyebut nama asli), sedang suka sama seseorang bernama si “B” (bukan nama sebenarnya..). Karena mereka sudah salaing kenal dan cukup lama dekat akhirnya teman ku si “A” memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya kepada si “B”.

Berbagai cara si “A” lakukan untuk mendapatkan kesempatan itu, untuk mengungkapkan perasaannya itu. Pada akhirnya kesempatan itu datang, jalanlah si “A” dan si “B” bersama sama ke suatu taman bermain.

Pada awalnya mereka hanya seperti anak lainnya menikmati permainan yang ada di sana, hingga sang mentari terlalu lelah untuk menerangi si “A” dan si “B” bersenang – senang. Datanglah sang rembulan untuk menggantikan, hingga pada akhir cerita si “A” merasa cukup dengan semua permulaan ini. Si “A” mencari tempat yang sesuai untuk menyatakan perasaan itu, dipilihlah permainan terakhir, yaitu bianglala. Akhirnya mereka berduapun menaikinya.

Dengan suasana malam yang dingin ditemani dengan pemandangan indah di atas bianglala si “A” akhirnya angkat bicara…

Si “A” : “B” kamu senang gak hari ini jalan sama aku?..

Si “B” : senang kok, belum pernah juga aku main ketempat ini. (Sambil menunjukkan senyum manis di wajahnya..). Melihat senyum si “B”, si “A” merasa yakin dengan semua yang dia lakukan akan berhasil… (Sambil berteriak dalam hati karena kegirangan…).

Si “A” : “B”.. (Dengan badan yang gemetaran dan penuh keyakinan…).. Maukah kamu jadi kekasihku?... Dari dulu aku suka sama kamu “B”… Aku jatuh cinta sama kamu…

Si “B” : …

Si “A” : …

(Suasana jadi hening…) Si “A” dan si “B” terdiam sejenak dan akhirnya si “B” mengeluarkan sepatah kata demi kata dengan pelan dan senyuman seakan tanpa dosa.

Si “B” : “A”… Aku senang, senang sekali bisa main bareng sama kamu, dekat dengan kamu, menghabiskan waktu denganmu… Tapi “A”… Sudah ada seseorang yang aku sukai, maaf “A”… Kita temanan aja ya… (Dengan senyum polos tanpa dosa..).

Si “A” hanya terdiam dan sedikit mulai tak sadarkan diri karena saking tegang situasinya, setelah usaha yang di lakukan selama ini untuk si “B” berakhir dengan kata “Kita Temanan Aja ya…



Sejak itu, teman ku si “B” mengurung dirinya di kamar selama beberapa hari, dia takut, trauma dengan semua itu… Bagaikan dunia ini sudah tak mengharapkannya lagi... (Seremkan???...)

Padahal, perjuangan si “A” untuk medapatkan cintanya si “B” sangatlah keras. Dimulai dari dia kerja sambilan dari pagi sampai sore, kuliah, kerja sambilan lagi hingga tengah malam hanya untuk mencari uang dan membeli barang barang kesukaan si “B” serta mengajaknya jalan yang semua di tanggung si “A”, mencoba selalu ada buat si “A”, karena demi sang pujaan hati si “A” rela melakuakan apapun. Tapi apa daya, teman ku memang mungkin belum beruntung…

Sungguh menyeramkan… Apakan wanita semenyeramkan itu “A”? (Aku bertanya pada si “A”..) dan tak ada jawaban sama sekali… Biar Tuhan dan dia yang tahu… Hihihihi…

“Krik.. Krik.. Krikkk…”… (Mana seremnya???...)...



SiBocahLaliOmah – R_Az


0 Celotehan:

Post a Comment