Monday, August 21, 2017

Pernahkah Kita Berfikir " Kenapa Kita Dilahirkan Ke-Dunia Ini? "


Berapakah umur kalian saat baca tulisan ini? 15? 20? 25? atau lebih? atau bahkan lebih muda?... Pernahkah kalian berfikir dan bertanya - tanya... " KENAPA? KENAPA KITA DILAHIRKAN KE DUNIA INI? KE KEHIDUPAN YANG BISA KITA TINGGALKAN KAPAN SAJA JIKA TUHAN MENGHENDAKI.. " Ingatkah kalian.. Pasti entah kapan dan sedang ada dimana kalian pasti pernah memikirkannya...

Sekarang.. SUDAHKAN KITA, KALIAN MENEMUKAN JAWABANNYA?.. Bagi sebagian orang mungkin berfikiran sudah menemukannya dan sudah mantap dengan pendiriannya serta ilmunya masing - masing. Tapi, bagaimana dengan kita yang belum menemukannya?..

Kita dilahirkan hingga meninggal dunia akan melalui sebuah perjalanan yang panjang. Tapi akankah kita hanya menunggu saja tanpa berusaha dalam rentang waktu tersebut? Pasti tidak... Menurut beberapa orang, kita hidup akan melalui 7 tahapan.

Setiap tahap ditempuh dalam waktu yang berbeda-beda, mulai dari hitungan beberapa bulan hingga ribuan tahun.

1.Alam ruh

Hidup manusia dimulai dari alam ruh, waktu dimana Allah mengumpulkan semua ruh manusia yang akan diturunkan kebumi. Kejadian ini dikisahkan dalam Al-Quran Surat Al-A’raf ayat 173:

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”

2.Alam Rahim



Setelah ruh membuat kesaksian tentang Allah maka setelah itu satu persatu ruh akan dihembuskan kedalam rahim seorang ibu, sebagaimana dinyatakan dalam Al-Quran Surat Sajdah ayat 9:

“Kemudian dibentukNya (janin dalam rahim) dan ditiupkan ke dalamnya sebagian dari ruhNya.”

Setelah itu mulailah manusia memasuki tahap alam kedua dari perjalanan hidupnya. Selama kurang lebih 9 bulan manusia menetap dalam rahim ibu dan kemudian lahir ke dunia menjadi seorang bayi.

3.Alam dunia

Setelah lahir ke dunia manusia mulai memasuki tahap ketiga dari hidupnya. Manusia hidup di dunia dengan keberagaman umur, ada yang hidup hanya beberapa saat, ada juga yang hidup puluhan tahun bahkan ada juga yang lebih dari 100 tahun.

4.Alam Kubur

Kematian seseorang adalah pemutus hubungan manusia dengan kehidupan dunia. Selama dalam kubur, hanya akan ada amal baik atau buruk yang akan setia menemani hingga di alam kubur. Kebaikan diyakini akan membawa kebahagian dan ketentraman dialam kubur. Sebaliknya perbuatan buruk diyakini akan membawa kesengsaraan dialam kubur.

Alam kubur atau yang sering disebut alam barzakh ini adalah masa penantian akan datangnya alam kebangkitan. Alam kubur akan penuh kesengsaraan bagi kaum pendosa namun penuh kebahagiaan bagi orang beriman. Alam ini berakhir saat hari kiamat tiba.

5.Hari Kiamat

Peristiwa kiamat atau hari kebangkitan dimulai dengan tiupan sangkakala oleh malaikat Isrofil yang diikuti hancurnya seluruh kehidupan di jagat raya. Lalu tiupan sangkakala yang kedua semua mahluk yang pertama hidup sampai hari kiamat, akan dibangkitkan dan dikumpulkan di padang mahsyar, seperti yang Allah firmankan dalam Al-Quran surat Az-Zumar ayat 68:


“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).”

6.Hari Penghisaban (Perhitungan Amal)

Hari hisab adalah dimana setiap orang diadili, ditimbang prbuatan baik dan buruknya dan tidak ada satupun yang luput dari pemeriksaan. Orang yang semasa hidupnya selalu berbuat baik akan menerima raport kehidupannya dengan tangan sebelah kanan. Sedangkan orang yang selalu buruk maka ia akan menerima kitab raport dari arah belakang, sembari mengeluh dan berkeluh kesah. Susana tersebut dilukiskan dalam Al-Quran Surat Al-Insyiqaq ayat 7-12.

7.Hari Pembalasan

Setelah setiap manusia menerima raport, manusia akan diperintahkan menempuh perjalanan menuju tempat yang kekal abadi, yang sudah disiapkan untuk sejak dahulu kala. Orang raport hijau dengan mudah dapat melalui lembah neraka. Mereka orang-orang baik ini akan sampai di surga abadi dengan penuh kegembiraan disambut oleh penduduk surga dengan pesta meriah,hidup kekal selamanya disana. Sebalikya, orang-orang dengan raport merah akan terjatuh dan terpuruk dilembah neraka dan disiksa dengan siksaan yang amat pedih.

Cara hidup manusia di dunia akan menentukan kehidupan selanjutnya di alam lain. perbuatan kebaikan akan memudahkan hidup di alam kubur dan di hari pembalasan kelak. Begitu juga sebaliknya, keburukan akan membawanya pada kesengsaraan di alam kubur dan di alam akhirat.



Percaya atau tidak, terserah kalian, gua mah percaya aja.. Bukan berarti karena ikut - ikutan atau hanya karena memang itu yang harus di percaya, tapi karena gua punya Tuhan yang Maha Segalanya. Cukup mengimaninya dan bertaqwa pada-Nya. InsyaAllah akan dipermudah...

Tak ada yang sia - sia dalam hidup ini.. Semua pasti ada sebab dan akibat.. Jangan percaya terlalu dalam dengan sesuatu kalau itu belum tentu kebenarannya.. Percayalah pada Allah.. Serahkan semuanya..

Kita haruslah mengetahui siapa diri kita, kenapa kita dilahirkan, dan apa tujuan dan tugas - tugas hidup kita, berapa lama kita bisa hidup di dunia ini, dan kemana kita pergi setelah meninggalkan dunia ini?

Kalau kita (Manusia) tidak bisa menjawab dengan benar, maka hidupnya seperti manusia yang hidup di hutan - hutan yang menutup auratnya dengan daun daunan. Mereka tidak berilmu.

Mereka tidak tahu TUJUAN &TUGAS HIDUPNya. Mereka menjalankan hidup seperti binatang saja yaitu kawin, beranak, dan kalau sudah dewasa anak di kawinkan lagi demikian seturusnya dan terakhir meninggal dunia. Gak mau begitukan gaes..

Allah dan Rasulnya Menjawab Apakah Tujuan kita dilahirkan dan hidup dalam dunia ini :

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Tidaklah Kami menciptakan langit dan bumi serta segala sesuatu yang ada di antara keduanya ini untuk kesia-siaan. Itu adalah persangkaan orang-orang kafir saja, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk ke dalam neraka.” (QS. Shaad: 27) Untuk Apa Kita Hidup? Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. adz-Dzariyat: 56).

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah; Sesungguhnya sholat dan sembelihanku, hidup dan matiku, adalah untuk Allah Rabb semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya, dengan itulah aku diperintahkan, dan aku termasuk orang yang pertama-tama pasrah.” (QS. al-An’am: 162-163).

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Allah yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian, siapakah di antara kalian yang terbaik amalnya.” (QS. al-Mulk: 2).

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Tidaklah mereka diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan agama untuk-Nya, dalam keadaan mentauhidkan-Nya, agar mereka mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan itulah agama yang lurus.” (QS. al-Bayyinah: 5)

Sudah mulai menemukan jawabannya? Makna atau arti dalam pertanyaan di awal kita bahas tadi? Pasti adalah walau dikit..

***

Jadi Panjang yee.. Pingin aja sih bahas ini.. bukan berarti gua ingin menggurui atau menyuruh lo lo pada buat mempercayai apa yang gua tulis... Gua cuman ingin mengingatkan aja sih.. Yang pasti buat diri gua sendiri.. Hihihi.. Catatan aja sih.. Kali aja manfaat.. Hihihi..

0 Celotehan:

Post a Comment