Friday, March 1, 2019

5 Film Terbaru 2019 Yang Aku Tunggu di BIOSKOP | Movie

 Film terbaru 2019 yang paling di (Aku) tunggu!

1. Avengers: Endgame (26 April 2019)

Sampai tulisan ini ditulis, plot dan jalan cerita dari Avengers: Endgame masih belum diketahui dengan jelas. Seenggaknya ada beberapa hal yang bisa diketahui dari trailer-nya sejauh ini. Antara lain adalah kemunculan Hawkeye dan Ant-Man yang sempat absen dalam Infinity War. Jadi ditunggu aja yee dari pada ribut gak jelas. Em...

2. Pokémon: Detektive Pikachu (10 Mei 2019)

Detective Pikachu menjadi film pertama dari universe Pokémon yang diproduksi secara live action oleh Hollywood. Premis ceritanya bakal mengisahkan tentang Tim Goodman (Justice Smith), mantan pelatih Pokémon yang menyelidiki hilangnya sang ayah dengan bantuan Pikachu. Pikachu yang sebelumnya cuma bisa ngomong Pika Pika sekarang bisa berbicara layaknya atlet silat lidah lho. Pecinta (Film) pokemon jangan sampai kelewatan... Ahihihi...

3. John Wick 3: Parabellum (17 Mei 2019)



Parabellum itu punya arti “bersiap untuk perang”. Hmm… kira-kira John Wick (Keanu Reeves) bakal perang sama siapa ya? Salah duanya mungkin perang melawan Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman yang dipastikan hadir sebagai penjahat. Nggak bisa dibantah lagi, ini adalah John Wick dengan cita rasa lokal. Kalo gak paham mending lihat film sebelumnya, seru abis srius...

4. Godzilla: King of the Monsters (31 Mei 2019)

Ngeri gaes. MonsterVerse perlahan mulai mengembangkan sayapnya lewat sekuel dari film Godzilla ini. King of Monsters juga sekaligus bisa jadi ajang pemanasan, sebelum nantinya kamu menyaksikan super duper big match antara Godzilla versus King Kong tahun 2020. Mantuls...

5. Men In Black: International (14 Juni 2019)

Setelah sebelumnya sempat jadi mitra kerja di Thor: Ragnarok, Chris Hemsworth dan Tessa Thompson akhirnya bereuni kembali dalam Men In Black: International. Dan ya, Chris Hemsworth nggak akan melempar-lempar palu petir di film ini, dijamin.

Saya sendiri agak mengharapkan Will Smith atau Tommy Lee Jones seenggaknya muncul jadi figuran di film yang berstatus spin off ini. Wajar dong, di trailer-nya film ini memakai embel-embel “universe“. Alasan lainnya, Men In Black tanpa Will Smith atau Tommy Lee Jones itu rasanya agak gimana gitu. Em...

Bagiamana gaes? Masih banyak film yang bakal tayang di 2019 ini gaes. Jadi tunggu aja film-filmnya tayang dengan sabar. Ahihihihi...Untuk sinopsis atau reviewnya cari aja sendiri. Wkwkwkw...

Kamu, nunggu film apa?...

Fiersa Besari Feat Tantri - Waktu yang Salah | Lagu Sendu

Waktu yang Salah
Fiersa Besari


Jangan tanyakan perasaanku
Jika kau pun tak bisa beralih
Dari masa lalu yang menghantuimu
Karena sungguh ini tidak adil

  Bukan maksudku menyakitimu
  Namun tak mudah 'tuk melupakan
  Cerita panjang yang pernah aku lalui
  Tolong yakinkan saja raguku

Pergi saja engkau pergi dariku
Biar kubunuh perasaan untukmu
Meski berat melangkah
Hatiku hanya tak siap terluka

  Beri kisah kita sedikit waktu
  Semesta mengirim dirimu untukku
  Kita adalah rasa yang tepat
  Di waktu yang salah

Hidup memang sebuah pilihan
Tapi hati bukan 'tuk dipilih
Bila hanya setengah dirimu hadir
Dan setengah lagi untuk dia

  Pergi saja engkau pergi dariku
  Biar kubunuh perasaan untukmu
  Meski berat melangkah
  Hatiku hanya tak siap terluka

Beri kisah kita sedikit waktu
Semesta mengirim dirimu untukku
Kita adalah… 



Nonton Nih Videonya...

Monday, January 28, 2019

Hiduplah Seperti Yang Kau Mau Tapi Jangan Sampai Lupa Waktu | Hiduplah Dengan Tujuan

Kenapa ya?.. Apanya?.. Em..

"Hidup adalah masalah, kalau tidak ingin ada masalah maka jangan hidup".

Hidup sesimpel itu menurutku gaes. Hidup selalu butuh perjuangan dan pengorbanan, tanpa itu mungkin hidup ini akan terasa sangat membosankan. Membosankan dalam artian kalau hidup kita ini ya begitu-begitu aja (monoton) ndak ada gregetnya sama sekali. Padahal kita sudah diberi 1 kali hidup di dunia ini, mengapa tidak kita pergunakan waktu ini (hidup ini) dengan baik?.. Why?..

Mungkin Bisa Buat referensi bacaan : 
1. Hidup = Masalah
2. Pernhkah Kita Berfikir "Kenapa Kita Dilahirkan Diduni Ini?"

3. Hidup Itu Cukup Dijalani, Nikmati dan Syukuri

Kembali ketopik utama, masalah hidup yang tak pernah ada habisnya tapi aku suka untuk membahasnya. Kenapa?.. Karena menarik. Karena hidup tidak sekedar hidup, tapi punya tujuan dan tujuan itulah yang menjadikan menariknya hidup. Em...

Kita bisa hidup sesuka kita, semau-maunya kita seharusnya tidak ada yang melarang. Hanya saja kita tidak hidup sendirian di dunia ini jadi muncullah peraturan-peraturan dibuat untuk menjaga kita dan orang lain. Tapi yang pasti manusia punya keinginannya masing-masing yang tidak mungkin sama dengan orang yang lain. Kalau saja ada yang sama, berarti itu sebuah kebetulan atau takdir yang direncanakan Tuhan. Iya apa iya... Anggap saja begitu, tidak usah dibuat ribet. Gitu aja kok repot...

"Hiduplah Seperti Yang Kau Mau Tapi Jangan Sampai Lupa Waktu" | Hiduplah Dengan Tujuan.

Yah... Entah mengapa banyak orang mengabaikan akan hakikat dari hidup itu sendiri. Terkadang sibuk oleh angan-angan yang tiada habisnya atau disibukkan oleh gemerlapnya dunia ini. Padahal hidup ini memiliki waktu, dimana waktu terus mengejar kita bahkan disaat kita tidak sadari waktu telah terhenti.

Bagaimana kita bisa menyadarinya bahkan akupun masih bertanya-tanya akan hal itu. Kita yang telah lupa dan mulai mengabaikan sekitar kita karena ketakutan-ketakutan kosong. Alih-alih ingin menyelamatkan diri sendiri dari ketidakpastian yang akan terjadi nanti.

"Nanti biarlah menjadi nanti, sekarang jangan biarkan berlalu begitu saja dan kemarin buatlah jadi pelajaran bahwa kita pernah melewatinya".

Kemudian, apa yang selama ini kita lakukan? Tidak bisa menjadi diri -sendiri dan bahkan meniru orang lain yang belum tentu baik untuk kita demi reputasi dan pujian. Apa yang kita dapat? Kepuasan? Kebanggaan? atau hanya sekedar untuk hiburan?

Bagaimana menurutmu? apa yang harus kita lakukan? aku tidak ingin berceramah karena aku juga bukan orang baik dan aku tidak ingin menggurui karena aku juga bukan seorang guru. Tapi aku ingin berbagi pemikiran ini sehingga kita bisa tahu bahwa hidup itu hanya sekali dan jangan pernah sia-sia kan itu. Ini sebagai catatan pribadiku sendiri tapi karena aku tulis disini aku juga ingin berbagi.

Tuesday, January 1, 2019

Ini Bukan Awal Dan Juga Bukan Akhir Dari Segalanya

Hebohnya dunia ini diakibatkan karena pergantian tahun yang bahkan tidak mempengaruhi dirinya sendir, menurutku hanya menghamburkan uang dan menikmati hiburan sesaat yang tiada guna. Bodoamat..


Ini Postingan telat banget ye.. Iye.. Maandi mandi biar sadar.. Wkwkwk... Bodoamat... (Ngomong sendiri...)

Niatnya posting blog tiap minggu sekali, minimal sebulan sekali lah. Eh... Kelewat terus... Jadi M. Yah semoga di tahun ini lebih giat lagi nulisnya dan bisa berguna bagi Nusa dan Bangsa serta semuanya. Aaminnn... 

Ahihihi...

Friday, December 28, 2018

Terjebak Dalam Pemikiran Kita Sendiri | Teori Pemikiran Manusia Menurut August Comte

Pernah gak sih kita terjebak oleh pemikiran kita sendiri? Dipusingkan oleh masalah yang seharusnya tidak perlu dipusingkan lagi. Kenapa? Nha itu juga masih misteri. Namanya juga pikiran kita sendiri, ya dijawab sendiri donk harusnya. Em...

Setelah iseng iseng gak jelas akhirnya aku menemukan beberapa teori tentang pemikiran manusia.Teori ini menyatakan bahwa terdapat tiga tahap intelektual yang dijalani dunia ini sepanjang sejarahnya. Menurut August Comte dilahirkan pada 1798 di Montpellier, Prancis, bukan hanya dunia yang mengalami proses ini, namun kelompok manusia, masyarakat, ilmu pengetahuan, individu dan bahkan pikiran pun melalui ketiga tahap tersebut.
 
1. Tahap Teologis

Tahap ini menjadi ciri dunia sebelum tahun 1300. Selama masa itu, system ide utama dititikberatkan pada kepercayaan bahwa kekuatan supranatural dan figure-figur religious, yang berwujud manusia, menjadi akar segalanya. Secara khusus dunia sosial dan fisik dipandang sebagai dua hal yang dibuat Tuhan. Intinya pada tahap Teologis ini seseorang mengarahkan rohnya pada hakikat batiniah segala sesuatu, kepada sebab pertama, dan tujuan terakhir segala sesuatu, kepada sebab pertama, dan tujuan terakhir segala sesuatu. Menurut Comte pada tahap ini, manusia berkeyakinan bahwa setiap benda-benda merupakan ungkapan dari supernaturalisme. Tahap ini biasa disebut sebagai tahap kekanak-kanakan dimana manusia tidak mempunyai daya kritis sama sekali.

2. Tahap Metafisik

Tahap ini menurut Comte berlangsung antara tahun 1300 sampai dengan 1800. Era ini dicirikan oleh kepercayaan bahwa kekuatan abstrak seperti “alam”, dapat menjelaskan segalanya. Tahap metafisik sebenarnya hanya mewujudkan suatu perubahan saja dari zaman teologik, karena ketika zaman teologik manusia hanya mempercayai suatu doktrin tanpa mempertanyakannya, hanya doktrin yang dipercayai. Dan ketika manusia mencapai tahap metafisika ia mulai mempertanyaan dan mencoba mencari bukti-bukti yang meyakinkannya tentang sesuatu dibalik fisik. Tahap metafisik menggantikan kekuatan-kekuatan abstrak atau entitas-entitas dengan manusia. Ini adalah tahap peralihan dimana alam berpikir manusia sudah menanyakan tentang fenomena-fenomena yang ada di sekitar dirinya.

3. Tahap Positif

Tahap ini yang diperkirakan terjadi pada tahun 1800 dan seterusnya, merupakan tahap pamungkas dari hukum tiga tahap, atau biasa disebut tahap final. Tahap positif berusaha untuk menemukan hubungan seragam dalam gejala. Pada zaman ini seseorang tahu bahwa tiada gunanya untuk mempertanyakan pengetahuan yang mutlak, baik secara teologis ataupun secara metafisika. Orang tidak mau lagi menemukan asal muasal dan tujuan akhir alam semesta, atau melacak hakikat yang sejati dari segala sesuatu dan dibalik sesuatu. Pada zaman ini orang berusaha untuk menemukan hukum segala sesuatu dengan berbagi eksperimen yang akhirnya menghasilan fakta-fakta ilmiah, terbukti dan dapat dipertanggung jawabkan (secara empiris) .

Jelas bahwa dalam teorinya, Comte memfokuskan perhatian pada factor intelektual. Ia memang menegaskan bahwa kekacauan intelektual adalah sebab dari kekacauan sosial. Kekacauan yang tumbuh dari system ide sebelumnya (teologis dan metafisis) yang terus ada pada zaman positifis (ilmiah). Baru ketika positivis mengambil kendali sepenuhnya, keresahan sosial berhenti. Perlu dicatat bahwa proses ini adalah proses yang berjalan secara evolusioner, tidak perlu mendorong terjadinya gangguan sosial dan revolusi.


Gimana Gaes... Udah dapet pencerahankah? Itu teori sudah lama tapi kalau dipikir pikirlagi leh uga. Yah... Masih penuh dengan misteri... Ahihihi...

Wednesday, December 5, 2018